Disesaki oleh banyak pemain, pertarungan di kelas Low MPV sangat ketat. Daihatsu Xenia yang punya nama pun ikut merasakannya. Penjualanya terus merosot dari hitungan bulanan. Mengutip data Gaikindo, penjualan mobil keluarga andalan Daihatsu ini, periode Juli 2019. hanya 675 unit, Agustus justru tambah merosot jadi 462 unit. Penjualannya kalah dari pemain baru asal China, Wuling Confero. Baca juga: Daya Beli Turun, Jualan Sigra Diprediksi Jalan di Tempat Menanggapi hal tersebut, Direktur Marketing Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra, mengatakan, jeleknya penjualan Xenia karena jumlah produksinya sedikit mengalah untuk pasar ekspor. “Di Xenia itu sebenarnya karena masalah kapasitas produksi di (pabrik) Sunter yang sangat terbatas. Kami tidak bisa memproduksi karena permintaan lebih besar. Lebih prioritas untuk ekspor, kemudian kami prioritas juga untuk model lain, sehingga Xenia menjadi prioritas yang lebih rendah,” kata Amelia di Jakarta, Senin (7/10/2019).

Ke depan Amelia mengatakan perlahan hal itu bisa teratasi. Pihaknya akan kembali menggenjot produksi Xenia, kembaran Toyota Avanza, mobil multiguna kelas bawah yang sudah eksis sejak 2004.

“Tapi kemarin Xenia sudah lumayan suplainya, kapasitas produksi Xenia bisa lebih dari 1.500 unit. Agustus yang jelek banget, cuma 1.000 dikit,” katanya. Daftar penjualan Low MPV Agustus 2019, pertama yaitu Toyota Avanza 8.017 unit, Mitsubishi Xpander 5.361 unit, Suzuki Ertiga 1.923 unit, Nissan Livina 941 unit, Wuling Confero 638 unit, Honda Mobilio 596 unit, dan Xenia. Faktor lain yaitu pasar otomotif terkoreksi karena menurunnya daya beli. Sepanjang Januari-Agutus 2019 penjualan ritel mobil di Indonesia sebanyak 675.000 unit, atau turun sekitar 11 persen dari periode sama tahun lalu.

Sumber : kompas