WakuWaku menjadi satu dari empat model mobil konsep Daihatsu yang menjadi pusat perhatian dalam perhelatan Tokyo Motor Show (TMS) 2019.

dalam bentuk SUV mini, dengan paras futuristik dan memiliki desain yang serba kotak, mobil ini digadang-gadang bakal menjadi rival Suzuki Jimny bila diproduksi massal.

Lantas, kira-kira mesin apa yang paling cocok disematkan pada WakuWaku bila nantinya akan dipasarkan?

Pasalnya, bila ingin menyaingi Jimny, paling tidak kubikasi mesinnya harus setera, yakni 1.500 cc.

Menjawab pertanyaan tersebut, Katsumi Marutani, selaku Operating Officer DNGA Business Unit, R&D Connect Group Chief Officer Daihatsu Motor Corporation (DMS),

menjelaskan bila pada dasarnya WakuWaku dirancang sebagai sebuah kei-car.

Berdasarkan hal tersebut, bisa dipastikan bila mesinya tak sampai 1.000 cc, bahkan tak sampai setengahnya Jimny.

Daihatsu WakuWaku di Tokyo Motor Show 2019 Daihatsu WakuWaku di Tokyo Motor Show 2019 “Kalau untuk saat ini masih mengadopsi regulasi kei-car di Jepang.

Artinya menggunakan mesin 660 cc,” ucap Marutani di Tokyo, Jepang, beberapa waktu lalu. Saat ditanya apakan mesin tersebut juga akan mengaplikasi turbo, Marutani juga mengungkapkan bila sampai sekarang belum ada pembicaraan lebih lanjut soal hal tersebut.

Padahal bila melihat dari desain WakuWaku yang padat dan berisi, kemungkinan secara bobot akan lebih berat dibandingkan kei-car Daihatsu lainnya.

Daihatsu WakuWaku di Tokyo Motor Show 2019 Lantaran itu, kemungkinan untuk menggunakan kapasitas mesin yang besar bisa saja dilakukan, apalagi bila nantinya mobil ini dipasarkan di luar Jepang.

Contohnya seperti Indonesia yang diklaim Marutani sampai saat ini dalam masa pertimbangan. “Kita akan tetap pertimbangkan, namun bisa dipastikan setiap negara punya regulasi yang berbeda-beda.

Kemungkinannya iya, kita akan memikirkannya, masalahnya di pasar Jepang saja kami tidak tahu diluncurkan atau tidak,” ujar Marutani.

Sumber : kompas